Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Keluarga Inginkan Pemakaman Bahtiar di Bima

22 Januari 2013 | Selasa, Januari 22, 2013 WIB Last Updated 2013-01-21T17:00:09Z

Bima, (SM).- Hingga kini kepastian lokasi pemakaman jenazah Bahtiar, terduga teroris yang ditembak Densus 88 Mabes Polri di Kabupaten Dompu belum ada kepastian. Namun keluarga berharap bisa dikuburkan di Bima.

Harapan tersebut disampaikan Nuraini, istri Bahtiar, saat dikonfirmasi di kediamannya di Desa Timu Kecamatan Bolo, kemarin. Bukan hanya Nuraini yang menaruh harapan itu, tetapi keluarga Bahtiar pun demikian. “Kami sangat inginkan jenazah almarhum bisa dimakamkan di Bima,” pintanya berharap.
Keinginan keluarga penjual jajan kering dan kerupuk itu bertolak belakang dengan keputusan yang dibuat perwakilan warga Desa Timu. Semula, perwakilan warga Desa Timu mengadakan rapat tanggal 8 Januari 2013. Rapat itu memutuskan, penolakan jenazah almarhum untuk dimakamkan di TPU Desa Timu. Belakangan, TPFR Bima lakukan mediasi.
Kemudian diadakan rapat ulang tanggal 14 Januari 2013 dengan perwakilan masyarakat yang dihadiri unsur lembaga Desa dan aparatur Pemerintah Desa Timu dan perwakilan Pemerintah Kecamatan Bolo yang melahirkan keputusan menerima pemakaman jenazah, Bahtiar.
Belakangan lagi, hari Jum’at 18 Januari 2013, sekitar 80 orang yang mengatasnamakan perwakilan warga Desa Timu menandatangani surat penolakan jenazah, Bahtiar, untuk dimakamkan di TPU Desa Timu dengan empat poin alasan.
Ke empat poin alasan penolakan dimaksud, yakni untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat Desa Timu, jenazah almarhum, Bahtiar, adalah teroris, untuk menghindari terjadi bentrokan dan untuk menghindari bentrokan dari gangguan keamanan wilayah sebaiknya pemakaman jenazah Bahtiar dilakukan oleh pihak Pemerintah atau aparat terkait tetapi bukan dilakukan di Desa Timu.
Almarhum, Bahtiar, ditembak mati Densus 88 Mabes Polri di Desa Mangge Nae Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu tanggal 4 Januari 2013. “Hari ini (kemarin) adalah hari yang ke 16, tapi belum juga ada kepastian,” keluh istri Bahtiar.
Lantaran kuatnya penolakan warga Desa Timu memakamkan jenazah almarhum di TPU Desa setempat, muncul inisiatif untuk dilakukan pemakaman di TPU Desa lain, yakni di Desa Pandai Kecamatan Woha. Kepala Desa Pandai, Sudirman, mengijinkan pemakaman Bahtiar.
Namun belum sampai sejam kemudian, Sudirman, mengaku mendapat desakan dari masyarakatnya yang menolak jenazah almarhum agar tidak dimakamkan di Desa Pandai. “Nanti kita rapatkan dulu bersama masyarakat,” timpalnya. (Ima)
×
Berita Terbaru Update