Kota Bima, (SM).- Puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima
yang tergabung dalam massa aksi Laskar Peduli Kampus (LPK) menggelar aksi demo
di depan kampus setempat, Senin (21/1) pukul 15.00 wita. Aksi demo digelar
untuk mempertayakan tidak jelasnya status akreditasi yang selama 10 tahun.
Koordinator lapangan (Korlap) aksi, Bachtiar dalam orasinya
kampus STIE Bima sudah berdiri 10 tahun lalu tetapi sampai saat ini status STIE
tidak pernah terakreditasi. Atas masalah tersebut selama ini menjadi pertayaan
seluruh mahasiswa bagaimana dengan alumni yang dicetak nantinya dnegan tidak
jelasnya status kampus.
Bahkan Bachtiar mengaku tidak jelasnya status kampus sudah
sering kali dipertayakan kepada Ketua STIE Bima, Firdaus ST. Seperti apa
jawaban yang dilontarkan saat itu menyakinkan mahasiswa untuk menunggu
saja. Pertayaan tersebut selalu dilontarkan pada tahun 2012 beberapa kali
dipertayakan namun jawaban yang sama.” Menunggu.” Pungkansya.
Bachtiar menuding tidak jelasnya jawaban dari pihak kampus
terhadap pertayaan yang dilontarkan selama ini menjadikan dugaan kuat telah
terjadi pembodohan, tidak mungkin hanya untuk mengurus status akreditasi
samnpai 10 tahun lamanya.
Senada disampaikan mahasiswa lainnya Ferdin, dalam orasinya
mengaku telah mendapatkan informasi bahwa Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta
Indonesia (APTISI) pernah menghimbau STIE Bima sejak tahun 2005 lalu, bagi
Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia yang statusnya belum terakreditasi
untuk segera mengurus semua persyaratan untuk menjadi Terakreditasi.
Namun sampai saat ini, pihak STIE Bima tidak pernah
menghiraukan himbauan tersebut padahal telah tertuang dalam Peraturan
Pemerintah (PP) No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan bahwa
setiap penyelenggara pendidikan harus dan berkewajiban mempunyai status
terakreditasi.
Sementara itu, salah satu alumni STIE Bima yang dimintai
komentarnya, Elis yang diwisuda pada tahun 2009 lalu menceritakan, dirinya
pernah melamar pekerjaan dengan melampirkan izajah sarjana dari STIE pada salah
satu BUMN namun dirinya mengaku gagal pada saat seleksi administrasi.
Atas masalah tersebut sebelumnya pernah dipertayakan,
teryata jawabannya bahwa ijazahnya tidak terakreditasi sehingga ditolak karena
memang STIE saat ini hanya mengantongi ijin operasional saja.
Pihak
STIE Bima melalui Pembantu Ketua (PUKET) II, Rahmatia yang dimintai komentar
mengatakan, ketua STIE saat ini tidak berada di tempat, Ketua STIE berada di
Mataram bertemu dengan pihak BAN-PT dan sedang mengurus ijin akreditasi.
Pastinya
saat ini pihak kampus akan mengusahakan terakreditasi pada tahun ini. Namun
ketia ditanya bagaimana dengan status ijazah mahasiswa yang telah diwisuda
sebelumnya yaitu sejak angkatan I (satu) sampai angkatan X (sepuluh), apakah
bisa dipakai atau tidak karena, terkareditasinya kampus dimulai tahun ini,
Rahmatia tak berkomentar. (dd)