Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pengawasan DAK Pendidikan 2012 Maksimal

15 Desember 2012 | Sabtu, Desember 15, 2012 WIB Last Updated 2012-12-15T06:44:10Z

Kota Bima, (SM).- Pengawasan pengerjaan fisik pembangunan sejumlah gedung sekolah dan pengadaan meubler pada dunia pendidikan tahun 2012 dirasa cukup maksimal. Pengawasan secara ketat dilakukan dalam rangka memaksimalkan fisik pengerjaan proyek sesuai bestek, begitupun masalah kualitas kayu yang selama ini menjadi problem. Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pendidikan tahun 2012 mencapai Rp 23 Milyar.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (dikpora) Kota Bima, Drs. Alwi Yasin ditemui di kantornya mengatakan, untuk pengawasan realisasi pengarjaan fisik dan meubler bersumber dari anggaran DAK tahun 2012 diawasi dengan maksimal, pengawasan dilakukan oleh Tim Profesional Hand Over (PHO). kerja tim melakukan pengawasan langsung terhadap seluruh sekolah yang menerima anggaran pengerjaan fisik.
Dari tahapan pengawasan yang dilakukan sampai saat ini belum ditemukan ada pengerjaan tidak sesuai Recana Anggaran Biaya (RAB) serta petunjuk pelaksana dan petunjuk tehnis (juklak /juknis). Namun kata Alwi, ditemukan beberapa masalah yang tidak terlalu urgen, yaitu pemahaman pihak pekerja mengenai kelas kayu yang digunakan dalam pengerjaan proyek. Dicontohkan Alwi, untuk kualitas kayu para pekerja memahaminya hanya kayu jati yang masuk kayu kualitas nomor dua, padahal masih ada beberapa jenis kayu sekelas yang memiliki kualitas yang sama.
Untuk beda pemahaman mengenai kualitas kayu berdasarkan jenisnya ini kini sudah tidak lagi mejadi masalah, tetapi dari hasil pemantaun juga ditemukan kualitas kayu khusus untuk material meubler teryata tidak sesuai yang disyaratkan. Diantaranya pada perusahaan meubler di Desa Ntonggu dan Jatibaru ditemukan kayu jenis mangga digunakan untuk pengerjaan pengadaan meubler.
Ditambahkannya, masalah jenis kayu material meubler telah diselesaikan, perusahaan meubler yang bersangkutan telah diberikan teguran hingga sekarang telah menggunakan jenis kayu sesuai yang tertuang dalam RAB. Dengan pengawasan yang maksimal, diharapkan kedepannya semua kualitas proyek fisik maupun pengadaan meubler dari pengerjaan DAK tahun 2012 sesuai bestek dan dapat dipakai untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dalam waktu yang lama.(dd)
×
Berita Terbaru Update