Bima, (SM).- Pasca terlibat bentrok yang dipicu perkelahian
pemuda asal Desa Rabakodo dengan Desa Talabiu Kecamatan Woha pada Selasa siang,
situasi di ke dua Desa sudah normal. Aktifitas berjalan seperti biasa.
“Situasi sudah kondusif. Aktifitas sudah normal
seperti biasa,” ucap Kapolres Bima, AKBP Dede Alamsyah, yang ditemui di
Mapolsek Woha, kemarin.
Tidak ada pertemuan resmi membahas islah pemuda
ke dua Desa tersebut. Pemuda di ke dua Desa itu damai begitu saja usai terjadi
bentrok. Meski demikian, aparat Kepolisian Satuan Brimob masih disiagakan.
Pemuda di ke dua Desa tersebut terlibat bentrok
dengan saling lempar batu dan melepas anak panah hari Selasa siang sekitar
pukul 14.30 Wita. Ke dua pemuda Desa tetangga itu bentrok dipicu perkelahian
rekan mereka.
Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya,
bentrok pemuda ke dua Desa berawal dari perkelahian antara Arifudin alias Jodo,
pemuda asal Desa Talabiu. Arifudin, sopir bemo, berkelahi dengan, Imran, asal
Desa Rabakodo, pengendara sepeda motor.
Adanya perkelahian Arifudin dengan Imran
tersebut, oleh Ilham Mustamin dan Firman Mahmud, rekan Imran, memberitahukan
pada warga Desa Rabakodo. Spontan ratusan warga keluar kampung. Reaksi warga
Rabakodo, kemudian memicu reaksi pemuda Desa Talabiu.
Seorang pemuda Desa Talabiu terpaksa diamankan
pihak Kepolisian pada saat terjadi perkelahian tersebut. “Kita amankan khawatir
dihakimi oleh massa,”
ucap Kapolsek Woha, AKP Usman Jamaludin, kemarin.
Kapolres berjanji, akan menegakkan hukum dalam
peristiwa perkelahian antara pemuda ke dua Desa tersebut. “Prinsipnya kita
tegakkan hukum dengan tetap kedepankan kearifan lokal,” tegasnya. Ke dua Desa
tidak ada persoalan lagi,” tukasnya. (Ima)