Bima, (SM).- Jajaran
Pendidikan di Kabupaten Bima kembali menggelar kegiatan Musyawarah Guru Mata
Pelajaran (MGMP), kini MGMP IPA sub rayon 07 Kabupaten Bima basis Pendidikan
Karakter Bangsa, Rabu (26/12).
Kegiatan yang direncanakan berlangsung
selama 2 hari itu dipusatkan di aula SMPN 3 Woha dengan menghadirkan nara sumber dari Dinas
Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bima, serta unsur lainnya.
Dalam laporannya, ketua MGMP Sub
Rayon 07, Rusydin Maghani, S.Pd, Si mengatakan, latar belakang kegiatan
tersebut berangkat dari keterpurukan
citra bangsa Indonesia di dunia internasional tidak hanya merupakan gejala,
tetapi sudah menjadi realita.
Hal itu, menurut dia, disebabkan
antara lain degradasinya karakter
generasi muda, Pendidikan
Karakter Bangsa dalam
pendidikan formal, nonformal, dan informal kurang terakomodasi dan implementasi
amanat Perundang-undangan yang terkait dengan Pendidikan Karakter Bangsa
kurang efektif.
“Semua faktor tersebut sebagai akibat kurang terinternalisasi dan
teraplikasinya Pendidikan Karakter Bangsa dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),”
tuturnya.
Degradasi karakter bangsa itu sudah berlangsung sejak beberapa dekade
terakhir pada millenium kedua. Terjadi berbagai krisis, di antaranya krisis
ekonomi, sosial, politik, budaya, pendidikan, moral, kepercayaan, kepemimpinan,
dan krisis keteladanan.
Krisis multidimensi tersebut, kata dia, telah merubah tatanan kehidupan bangsa Indonesia.
Oleh karena proses recovery krisis multidimensi tersebut berlangsung
lamban, maka berbagai krisis itu terus berlangsung, sejak dekade pertama
millenium ketiga sampai saat ini. Implikasinya, kehidupan masyarakat dari
berbagai lapisan terkesan kehilangan pegangan, baik pada tingkat pedesaan,
kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, maupun nasional.
“Dalam konteks itu, sebagian komponen masyarakat mensinyalir bahwa degradasi
karakter bangsa Indonesia
bermula dari pengaruh negatif era globalisasi yang dipicu oleh perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi,” ucapnya.
Era tersebut telah menggeser tatanan sistem nilai yang paling mendasar
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di sektor ekonomi, politik, sosial,
budaya, kepercayaan, agama, dan pendidikan.
Nilai-nilai yang dulu terpatri dalam kehidupan bangsa Indonesia kini
semakin luntur dan memprihatinkan. Karenanya, harapan untuk mewujudkan
kehidupan bangsa yang damai dan sejahtera, adil dan makmur, aman dan sentosa,
serta kehidupan bangsa Indonesia yang madani, perlu motivasi, usaha, komitmen
serta dukungan dari berbagai komponen salah satunya dari masyarakat.
“Permasalahan di atas secara bijak telah diupayakan pemecahannya dengan formulasi kebijakan yang
cerdas dari Direkrotorat P2TK dikdas yaitu pengembangan pendidikan karakter
bangsa yang dilakukan melalui berbagai upaya,” sebutnya.
Karena disadari bahwa PKB yang terintegrasi, terprogram, bertahap, dan
berkelanjutan akan melahirkan insan-insan Indonesia seutuhnya yang berkarakter
kokoh, kuat, dan memiliki semangat patriotisme dan nasionalisme tinggi untuk
mewujudkan NKRI yang madani,” sambungnya lagi.
Secara ideal, PKB bagi PTK dikdas akan mendukung terwujudnya PTK dikdas
yang berkarakter, sehingga degradasi karakter bangsa tidak terus
mengancam kehidupan masyarakat di bumi Nusantara.
“Bangsa Indonesia harus bangkit dari keterpurukan dengan karakter yang
kokoh, kuat, prima, berakhlak mulia, berbudi luhur, sopan dan santun, cerdas,
produktit, kreatif, inovatif, serta mampu bersaing dengan bangsa-bangsa
lain di dunia internasional,” pungkasnya.
MGMP IPA SMP Sub Rayon 07 Kabupaten Bima telah menjalin kemitraan dengan
Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar
Direktorat Jenderal Pendidikan dasar Kementerian Pendidikan Nasional.
Untuk bersama-sama mengembangkan pendidikan karakter bangsa bagi pendidikan
sekolah menengah pertama di Kabupaten Bima Propinsi Nusa Tenggara Barat pada
Tahun 2012 ini dengan
melaksanakan program kegiatan dengan tema “Membangun Ketahanan Keutuhan
Wilayah NKRI Melalui Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa pada Sekolah
Menengah Pertama Sub Rayon 07 Kabupaten Bima”.
Secara umum, jelasnya, tujuan
program ini untuk meningkatkan kemampuan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Dikdas di bidang pemahaman, penguasaan, dan penerapan Pendidikan Karakter
Bangsa dalam supervisi, pengelolaan sekolah dan pembelajaran pada tataran
satuan pendidikan.
Kegiatan MGMP IPA SMP Sub Rayon 07 Kabupaten Bima telah mengikutkan pendidik dan tenaga kependidikan
yang tergabung pada SMP Sub Rayon 07 Kabupaten Bima sebanyak 30 orang terdiri dari, 24 orang guru IPA Terpadu, 5 orang tenaga administrasi dan 1 orang operator dapodik/pranata komputer.
Hasil yang Diharapkan Melalui Program Blockgrant Pengembangan
Pendidikan Karakter Bangsa tahun 2012, MGMP IPA SMP Sub Rayon 07 Kabupaten Bima antara lain, tersusunnya silabus dan RPP yang
mengintegrasikan nilai-nilai karakter bangsa dan kecakapan hidup. (Ima)