Dompu, (SM).- Suasana
genting pasca munculnya penetapan honorer dalam data base kategori satu
(K1) baru-baru ini semakin meruncing. Massa
yang diduga dari forum honorer tak hanya melakukan pengerusakan terhadap ruang
kerja Sekda Dompu dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
Kepala BKD Dompu, H.Moh
Syai’un SH pun mengaku tak luput dari ancaman seseorang bahwa dirinya
akan dibunuh. “Saya dihubungi oleh seseorang melalui telepon genggam saya pada
malam hari dengan mengeluarkan kalimat ancaman,” akunya.
Syai’un mengaku mengenali
identitas serta tempat tinggal pria yang mengancam akan menghabisi nyawanya
itu. Dia kata Syai’un, bukan seorang honorer, melainkan preman yang bergabung
dalam setiap aksi yang digelar forum honorer. ‘’Saya kenal sama suara dan
wajahnya. Dia berinisial K,’’tuturnya.
Kejadian itu, tambahnya
berlangsung pada Jum’at (21/12)lalu atau sehari sebelum peristiwa pengerusakan
terhadap kantor Sekda dan BKD. ‘’Dia menelfon saya. Katanya, ‘’ saya akan bunuh
kamu dan Bupati Dompu’’. Lalu saya bertanya balik’ apa masalahnya dia malah
kembali mengancam ‘’yang pasti saya akan bunuh kamu dan Bupati Dompu’’
kata pria itu lalu menutup telfonnya,’’tukasnya.
Karena ancaman itu membuat
dirinya merasa tidak nyaman, sehingga malam itu juga dirinya melaporkan adanya
ancaman itu ke Mapolres Dompu. ‘’Saya sudah melaporkan kasus ini ke Polres
Dompu. Saya berharap polisi bisa bersikap tegas,’’katanya.
Di tempat terpisah, Kepolres
Dompu melalui Kasubag Humas Polres Dompu Iptu Melta SH, yang dikonfirmasi Rabu
(26/12) membenarkan telah menerima laporan resmi dari Kepala BKD Dompu Moh
Syai’un terkait pengancaman yang diduga dilakukan pria yang berinisial K.
‘’Laporannya sudah kami terima,’’ujarnya.
Kasus ini tambahnya, dalam
penyelidikan kepolisian. Sejumlah saksi pelapor sudah dimintai
keterangan. Pihaknya juga akan memanggil pihak terlapor guna diperiksa. ‘’Kasus
ini kami proses sesuai aturan perundang – undangan yang berlaku. Saksi pelapor sudah
kami periksa,’’tandasnya. (dym)