![]() |
| Para tenaga honorer sedang melihat pengumuman data base K1. |
Dompu, (SM).- Susana
hangat masih menyelimuti pemerintah Kabupaten Dompu hingga dalam beberapa hari
kedepan, terkait banyaknya tenaga honorer yang tidak lolos dalam data base K1.
Sejumlah aparat Polres Dompu dan
PolPP diterjunkan dan melakan penjagaan ketat di lingkup
kantor Bupati Dompu, saat data honorer yang lolos K1 di umumkan
secara resmi Rabu (26/12).
Jumlah tenaga honorer yang lolos
dalam penguman hasil perbaikan BKN terhadap data honorer yang lolos K1 yakni
sebanyak 137 orang dari 173 yang awalnya dinyatakan lolos.
Artinya BKN membatalkan kembali
sebanyak 36 orang honorer dari data base K1, karena dinyatan bermasalah,
seperti temuan tim indentifikasi masalah honorer yang dibentuk Bupati,
diketuai oleh Plt Sekda Dompu H.Agus Buhari SH,M.SI.
Menurut informasi yang dihimpun,
upaya memperketat penjagaan dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan
akan adanya aksi anarki lanjutan yang dilakukan sejumlah tenaga honorer seperti
yang terjadi sebelumnya.
Apalagi pada hari itu tersiar
kabar bahwa massa
forum honorer akan melakukan aksi demonstrasi guna memprotes sikap Pemda Dompu
yang terindikasi bermain secara tidak profesional dibalik perekrutan tenaga
honorer dalam data base K1.
Akan tetapi, hingga pukul 14.30
wita, massa
pedemonstran tersebut tak kunjung tiba. Sehingga pada pukul 15.00 wita, suasana
di halaman kantor Bupati dan di Sekretariat Daerah (Setda) tampak normal
dan system penjagaan pun tak seketat sebelumnya.
Sementara terkait
data yang ditempel adalah berupa pengumuman nama tempat kerja
pegawai honorer yang masuk data base K1 saja, yakni sebanyak 137 orang.
Sebelumnya nama Syamsuddin alias
Some honorer K1 dari Dinas Dikpora Kabupaten Dompu yang dinyatakan bermasalah
berdasarkan hasil indetifikasi tim Pemda Dompu, seperti digembar – gemborkan
tetap lolos pada penguman kedua ini, ternyata hanya isu belaka, karena
Syamsuddi sudah tidak diloloskan oleh Menpan bersama 35 orang honorer lainnya. (dym)
