Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Suami TKI Tuntut Perhatian Pemkab

12 Juni 2012 | Selasa, Juni 12, 2012 WIB Last Updated 2012-06-12T13:23:10Z

Bima, (SM).- Nasib keluarga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Sondosia Kecamatan Monta Hajrah yang diduga meninggal akibat kecelakaan di Arab Saudi April 2012 kini terkatung-katung tanpa kepastian.

Seharusnya keluarga yang ditinggal pergi pahlawan devisa tersebut, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Daerah. Namun justru terkesan dipimpong, bahkan tidak mendapat perhatian dari Dinas terkait.
Saat dijumpai wartawan Senin kemarin, Syafruddin, suami Hajrah, hendak mendatangi Sekretaris Daerah, sesuai arahan pihak BNP2TKI di Jakarta. “Orang di Jakarta menyuruh saya temui pak Sekda,” ujarnya.
Saat itu Syafruddin tengah berada di halaman kantor Pemkab Bima di LLK Bima. Namun niatnya untuk menemui Sekda tersebut, hanya sampai pada pintu utama. Petugas Pol PP memberitahukan orang yang dituju sedang tidak ada.
Sekda maupun seluruh pejabat di jajaran Pemkab Bima tengah mengikuti kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong (BBGR) tahun 2012 di Desa Dadibou Kecamatan Woha. Syafrudin hanya bisa menelan ludah, tanpa kesampai tujuan.
Kepada wartawan, Syafruddin menceritakan. Semula dirinya pernah mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bima. Zaini, staf Dinas terkait justru menyuruhnya membuat surat ahli waris di desa asal.
“Sebenarnya surat-surat tersebut sudah semua saya urus. Bahkan sudah saya kirim ke BNP2TKI di Jakarta. Saya berkeinginan atas persoalan yang saya alami ini, ada perhatian serius dari pemerintah Daerah,” pintanya.
Malah yang dialami Syafruddin jangankan perhatian untuk mengurus kelengkapan dokumen untuk mendapatkan asuransi atas kematian istrinya tersebut, perlakuan sebagai layaknya warga Daerah pun tidak diperolehnya. (SM 06)
×
Berita Terbaru Update