Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Study Kemitraan, Tiap Sekolah Habiskan Rp9 Juta

13 Juni 2012 | Rabu, Juni 13, 2012 WIB Last Updated 2012-06-13T09:32:23Z
Kota Bima, (SM).- Study kemitraan yang dilakukan beberapa Kepala Sekolah lingkup Dinas Dikpora Kota Bima di Jakarta Utara pekan lalu, diduga menghabiskan dana antara Rp5-9 juta setiap sekolah.
Beberapa guru yang enggan disebut identitasnya mengatakan, diantara sekolah yang menggunakan anggaran sekolah mencapai Rp9 juta antara lain, SDN 05, SDN 19 dan SMAN 3 Kota Bima. Penggunaan dana sekolah yang sangat tinggi itu, sudah menjadi pembicaraan diantara guru dan bendahara sekolah tiap sekolah pada acara-acara tertentu.
Menurut para guru, study kemitraan atau study banding, sempat dilarang Walikota Bima, H.Qurais H.Abidin, karena anggaran untuk hajat dimaksud tidak teralokasi pada APBD Kota Bima. Namun karena rencana itu terlanjur diinformasikan ke Jakarta Utara sebagai daerah Study Banding,  terpaksa dinas dan pihak sekolah bertolak.
Sekertaris Dikpora Kota Bima, Drs.Alwi Yasin, M.Pd di ruang kerjanya dua hari lalu, mengatakan, study banding dimaksud sempat dilaporkan kepala SMAN 1 Kota Bima sebagai ketua kelompok, tapi dilarang pihaknya mengingat anggarannya tidak ada.
Sekolah beralasan, lanjut Alwi, kegiatan yang dilakukan tersebut menindaklanjuti MoU antara H.M.Nur Latif almarhum dan Kepala Dinas yang lama. “Saya tidak bisa melarang dan meminta kepada para kepala sekolah untuk malaporkan kepada Walikota atau Wakil Walikota. Apakah mereka sudah melapor atau tidak dan menggunakan anggaran dari mana saya tidak tahu,” aku Alwi.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, beberapa kepala sekolah membantah keras kepala studi banding atau study kemitraan menggunakan dana BOS atau Komite. Diakui mereka, kegiatan itu menggunakan uang pribadi. (SM.04)
×
Berita Terbaru Update