Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pemkab Bima Sosialisasi Analisa Jabatan

10 Mei 2012 | Kamis, Mei 10, 2012 WIB Last Updated 2012-05-10T05:52:07Z
Bima, (SM).- Guna mengetahui  kebutuhan SDM aparatur  pegawai lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, Bagian Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur Setda menggelar Sosialisasi Penyusunan Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja Dalam Mendukung Percepatan Reformasi Birokrasi Lingkup Pemerintah Kabupaten Bima.
Acara yang di helat di Gedung Serba Guna Muhammadiyah Kota Bima Rabu, (9/5) menghadirkan Narasumber dari  Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia dan diikuti para Pejabat eselon III, IV dan staf yang membidangi masalah kepegawaian di masing-masing SKPD.
Kepala Bagian Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur Setda Kabupaten Bima M.Antonius,S.STP dalam laporannya mengatakan kegiatan ini mengacu pasa Keputusan Bupati Bima Nomor 145.88/158/03.8/2012 tentang pembentukan Tim pelaksanaan sosialisasi penyusunan analisis jabatan dan analisis beban kerja. Kegiatan berlangsung selama dua dari tanggal 9-10 Mei  di GSG Muhammadiyah. Peserta sosialisasi terdiri dari 3 orang dari masing-masing dinas, 1 orang dari Setda, seluruh Sekcam dan KUPTD se Kabupaten Bima.
Bupati Bima yang diwakili  Asisten Administrasi Umum H.Makruf, SE,  Asisten Administrasi Umum H. Makruf, SE dalam sambutannya mengatakan. "Salah satu tujuan Reformasi Birokrasi adalah diwajibkannya Pemerintah Daerah untuk melakukan penyempurnaan di bidang aparatur baik bidang kesejahteraan maupun pelayanan public,” jelasnya.
Dihadapan peserta yang terdiri dari seluruh Sekretaris Camat, Kasubag Kepegawaian, kasubag Kepegawain UPT Dinas Dikpora  dan  Staf kepegawaian Lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Bima tersebut, Makruf. Menyatakan, analisis jabatan dan analisis beban kerja merupakan satu instrumen penting yang perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan PNS 5 tahun ke depan sebagai acuan proses rekruitmen pegawai.
Diharapkan,  melalui kegiatan ini, kepala SKPD bisa mendayagunakan pegawai yang mengikuti sosialisasi untuk menghasilkan dokumen arsip dan kepegawaian yang diburuhkan. Sehingga pada gilirannya akan tercipta birokrasi yang ramping dan menghasilkan pegawai yang profesional dalm bekerja.
Narasumber dari BKN yang juga  Direktur Standarisasi Kompetensi Jabatan BKN RI Drs. Yudhiyitno,MA. dalam pemaparannya  menyatakan, kebijakan Reformasi Birokrasi sudah berjalan lebih dari 10 tahun tetapi sifatnya masih berjalan di tempat. Sehingga, muncul moraturium penerimaan PNS.
Tujuannya, jelas dia, mengubah kondisi  PNS menjadi lebih baik sebagaimana yang diharapkan baik dari pusat sampai daerah, sehingga kesejahteraan masyarakat secara umum dapat diwujudkan. Demikian juga tercipta aparatur pemerintah yang berkelas.
Yudhi menjelaskan pentingnya analisis jabatan karena kondisi aparatur pemerintah masih sangat lemah,ketidakseimbangan antara kualitas dan syarat jabatan yang dipangku, pelayanan yang berbelit-belit.  "Berbagai masalah inilah yang harus diperbaiki melalui analisis jabatan, apabila bisa ditanggulangi, dibina dengan baik, terjadi kekompakan, keseriusan dari bawah ke atas maka, tercipta generasi yang mapan dan negara yang maju berkelas dunia,” tandasnya. (SM.07)
×
Berita Terbaru Update