Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Proses Lelang Aset Pemkab belum Final

23 Februari 2012 | Kamis, Februari 23, 2012 WIB Last Updated 2012-02-22T16:20:16Z

Bima, (SM).- Hingga kini proses pelelangan sejumlah aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima belum kunjung final. Padahal DPRD Kabupaten Bima telah merekomendasikan agar dilelang pada 2011 lalu.
Kabag Umum dan Perlengkapan Setda Bima, Adel L yang dikonfirmasi mengakui, hingga sekarang pihaknya masih melakukan pengecekan fisik barang aset yang akan dilakukan pelelangan. Cek fisik itu oleh tim penilai.
Kata Adel, tahapan pengecekan fisik barang dimaksud dilakukan oleh tim penilai independen dari salah satu kantor akutansi di Mataram yang telah mennyanggupi melakukan proses pengecekan tersebut.

“Saat ini tim independen tersebut tengah melakukan penilaian. Yang dinilai adalah fisik barang yang akan dilakukan pelelangan. Hasil penilaian dari tim independen itu nantinya jadi dasar penentuan harga taksiran”, jelasnya.
Aset yang akan dilakukan pelelangan, berupa kendaraan roda dua sebanyak 1700-an unit, kendaraan roda empat sebanyak 18 unit, perumahan guru di Kelurahan Rontu 100 unit, Rumah Dinas 52 unit dan tanah sawah 32 Ha lebih.
Yang akan dilakukan penilaian pada kendaraan, jelas Adel, seperti fisik, umur dan ekonomis. Kalau barang berupa tanah yang akan dinilai, seperti lokasi, kelas tanah. “Untuk rumah yang dinilai, misal usia bangunan”, cetusnya.
Pembiayaan terhadap tim penilai independen tersebut melalui APBD Kabupaten Bima tahun 2012 senilai Rp250 juta. “Dana tahap pertama untuk tim penilai sebesar Rp50 juta”, akunya.
Disinggung soal dokumen aset yang akan dilakukan pelelangan menyusul pembakaran kantor Bupati Bima termasuk kantor Bagian Umum dan Perlengkapan Setda Bima, Adel mengakui semuanya telah hangus terbakar.
Meski demikian, timpalnya, proses pelelangan terhadap aset barang milik pemerintah tersebut tetap dilakukan pelelangan sebagaimana yang direkomendasi DPRD. “Kita sudah bentuk tim untuk lakukan pendataan ulang di lapangan”, tandasnya. (SM.06)   
×
Berita Terbaru Update