Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pelaku Curamor Pecahkan Kaca Kantor Polisi

28 Februari 2012 | Selasa, Februari 28, 2012 WIB Last Updated 2012-02-28T08:07:33Z

Dompu, (SM).- WW (30) pelaku  Pencurian Sepeda  Motor (Curanmor) memecahkan kaca salah satu ruangan penyidik  Polres Dompu saat akan dimasukan dalam rumah tahanan. Tak hanya itu, pelaku juga membocorkan daun pintu ruang jenguk tahanan.

Kapolres Dompu, AKBP Benny BW SIK yang dikonfirmasi mengatakan, kejadian tersebut berlangsung  beberapa waktu lalu saat pelaku Curamor hendak dijebloskan ke sel untuk mempermuda proses pemeriksaan. Dia tambahnya, ditangkap akibat mencuri sepeda motor jenis Yamaha Mio Sabtu pekan lalu, milik salah seorang pekerja Tower Signal PT Telkomsel di Desa Mangge Asi Kecamatan Dompu. Motor diambil dalam kondisi di parkir depan kediaman korban pada pagi hari sekitar pukul 07.00 wita.
Selang beberapa jam atau tepatnya pukul 11.30 Wita, pelaku bersama sepeda motor hasil curiannya ditemukan di pinggir jalan pada Kelurahan Bali 1 Kecamatan Dompu, sedang tidur di atas motor. Sejumlah warga yang menemukannya langsung menghakimi pelaku hingga babak belur.
Untung salah seorang polisi dari Polsek Kota Dompu cepat mengamankannya pelaku sebelum nyawanya berakhir ditangan massa. Lalu pelaku diamankan ke Mapolres Dompu.
Saat petugas hendak memasukan dia di dalam sel. Tiba – tiba saja pelaku  mengamuk tanpa karuan. Kaca ditubruk dengan kepalanya hingga pecah, sementara daun pintu pun robek. Kepalanya tak apa – apa tapi kacanya pecah dan pintunya rusak, ujar Benny.
Ia meresa pelaku mengalami kelainan alias tidak waras. Banyak hal yang mendukung anggapan tersebut. Pasalnya, selama berada di rumah tahanan, pelaku berprilaku tidak normal. Dia buang air kecil tanpa buka celana, beol sembangaran. Akibatnya banyak tahanan yang tidak mampu menahan bau tak sedap, ujarnya sembari tersenyum.
Bahkan sejauh ini polisi masih kesulitan memeriksa pelaku, karena keteranganya selalu berubah – ubah. Malah namanya sendiri disebut berbeda – beda. “Hari ini namanya lain, besok juga lain lagi. Bahkan alamatnya pun tak dikasi tahu. Tapi kalau diri logatnya kayak orang Kecamatan Sape Bima. Jadi kami dibuat pusing dengan tindakan pelaku, terannya.
Meski demikian, pihaknya belum memutuskan tindakan apa yang harus diambil polisi dalam menangani keberadaan pelaku, karena pihaknya perlu memantau lagi perkambangannya.  (SM.15)
×
Berita Terbaru Update