Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

KBM SMAN 2 Lambu Berjalan Normal

18 Januari 2012 | Rabu, Januari 18, 2012 WIB Last Updated 2012-01-18T07:25:08Z
Bima, (SM).- Pasca kerusuhan di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu bulan Desember 2011, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Lambu tetap berjalan normal seperti biasa, kendati sebagian kecil masih ada yang belum hadir karena masih trauma atas tragedi 24 Desember di Pelabuhan Sape.
Kepala SMAN 2 Lambu, M.Jafar S.Pd yang ditemui di kediamannya mengatakan, pasca insiden di Pelabuhan Sape, kegiatan belajar mengajar di sekolah yang dipimpinnya tetap berjalan normal seperti biasa, karena situasi dan kondisinya sudah kondusif, meskipun masih ada sebagian kecil siswa yang tidak masuk karena masih trauma.
Kata Jafar, menghadapi persiapan Ujian Nasional (UN), SMAN 2 Lambu tengah melakukan tambahan jam belajar yang difokuskan pada Mata Pelajaran UN, berdasarkan kisi-kisi yang diterbitkan Badan Nasional Standart Pendidikan (BNSP) dengan harapan, tahun ini peserta UN SMAN 2 Lambu bisa lulus 100 persen.

Menurutnya, di SMAN 2 Lambu ini masih kekurangan guru negeri, karena yang ada hanya berjumlah 10 orang saja, sedangakan yang aktif hanya 8 orang guru termasuk Kepala Sekolah, sedangkan 2 orang sedang melanjutkan studi Pasca Sarjana (Strata 2). Selain itu juga masih kekurangan tenaga Tata Usaha dan belum mempunyai Kepala Tata Usahanya.
“Untuk itu kami harap Pemerintah Kabupaten Bima dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bima  dapat memberikan tambahan  guru dan pegawai TU untuk membantu pelaksanaan tugas Kepala Sekolah”, harapnya.
Lebih lanjut M. Jafar menjelaskan, dalam mendukung program penghijauan yang dilakukan pemerintah, SMAN 2 Lambu melakukan penghijauan di lingkungan sekolah dengan menanam 500 pohon gamelina (jati putih) dan pohon sengon. Gerakan penghijauan ini dilakukan secara gotong royong oleh guru dan Organisasi Intra Sekolah (OSIS). Sementara bibit gamelina dan sengon diperoleh dari UPTD Kehutanan Lambu. “Moto kami tiada hari tanpa menanam pohon, karena penghijauan ini merupakan program rutin tahunan yang harus dilaksanakan”, ungkp Jafar.
Ia menemabhkan, penanaman pohon tersebut secara tidak langsung mengajak masyarakat untuk ikut serta menanam pohon dan menjaga hutan yang ada untuk kehidupan selanjutnya.
“Program penghijauan di sekolah ini sengaja dilakukan untuk membuat hutan sekolah, agar tercipta suasana sejuk dan jauh dari polusi udara, sehingga dengan sendirinya guru dan siswa bisa belajar dengan tenang dan bisa menghirup udara segar”, terangnya. (SM.13)
×
Berita Terbaru Update