Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tambatan Perahu Langgudu Siap Difungsikan

20 Januari 2014 | Senin, Januari 20, 2014 WIB Last Updated 2014-01-20T14:43:02Z


Add caption
Bima, (SM).- Tambatan Perahu yang berlokasi di Dusun Sido Desa Sarae Ruma dan Desa Karampi Kecamatan Langgudu dipastikan akan mulai difungsikan pada bulan Februari mendatang. Demikian dikatakan Zunaidin, S.Sos.,MM Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bima saat meninjau pengerjaan fisik tambatan perahu di Desa Sarae Ruma dan Karampi, Ahad (19/01).

Kasubag Program dan Pelaporan Dishubkominfo Kabupaten Bima, Arief Rachman S.Sos kepada Suara Mandiri, Ahad malam mengatakan, berfungsinya dua tambatan perahu ini berdampak pada perkembangan ekonomi dan secara langsung mempengaruuhi  peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Insya allah, dua tambatan perahu ini memiliki manfaat secara ekonomi bagi masyarakat desa Sido dan Karampi," kata Arief mengutip pernyataan Kepala Dinas (Kadis).
Menurutnya, tambatan perahu yang pada mulanya diperuntukkan bagi penunjang akses transportasi, utamanya para pedangang yang datang dari luar Desa Sarae Ruma dan Karampi untuk berjualan, termasuk para nelayan yang akan menjual hasil tangkapan ikan mereka, kini lebih berkembang dengan masuknya kapal-kapal pedagang dan nelayan yang memiliki kapasitas di atas 10 ton untuk melakukan bongkar muat barang di tambatan Perahu tersebut.
"Tentunya, berkembangnya fungsi tambatan perahu tersebut, memberi nilai tambah tersendiri bagi masyarakat Desa Sarae Ruma dan Karampi," yakinnya.
Kata Arief, pembangunan tambatan perahu di Dusun Sido menelan anggaran sebesar Rp. 329.969.000,- yang kini realisasi anggarannya sudah mencapai Rp. 181.482.950,- dengan realisasi fisik hampir mencapai 80 persen. Sedangkan, pembangunan tambatan perahu di Desa Karampi menelan anggaran sebesar Rp. 1.024.379.000,- yang kini realisasi anggarannya baru sebesar Rp. 204.875.800,-.
Lanjut Arief, Pak Kadis mengakui bahwa memang ada keterlambatan penyelesaian pembangunan dua tambatan perahu ini. Keterlambatan ini menurutnya lebih diakibatkan karena mulai pengerjaan proyek baru pada bulan Oktober 2013.
Di samping karena lambatnya memuali pengerjaan, mobilisasi alat berat sangat sulit dilakukan oleh kontraktor diakibatkan letak geografis yang sulit dijangkau.
 "Bayangkan saja, mobilisasi alat berat ke Dusun Sido Sarae Ruma dari Desa Karampi butuh waktu kurang lebih 14 hari lamanya. Itu, belum termasuk harus membuka jalur jalan untuk dilalui alat berat," katanya.
Belum itu saja hambatan di lapangan cerita Zunaidin, faktor cuaca yang cukup ekstrim juga sangat mempengaruhi kerja. “Kalau cuaca sedang ombak besar pekerja gak bisa ngapa - ngapain," cetusnya.
Namun, Pak Kadis tetap yakin bahwa pengerjaan proyek pembagunan tambatan perahu di Desa Sarae Ruma dan Di Desa Karampi akan selesai dalam masa kerja addendum selama 50 hari kalender kerja.
"Insya Allah, dalam kurun waktu addendum pengerjaan akan selesai dilaksanakan. Apalagi, sampai saat ini fisik proyek di Desa Sarae Ruma sudah hampir 80 persen dan fisik di Desa Karampi sudah capai 65 persen. Jadi, akhir Februari dua tambatan perahu sudah bisa difungsikan," tandas Arief. (10.05)

×
Berita Terbaru Update