Bima, (SM).- Kendala sarana pelabuhan yang selama ini menjadi
harapan warga Desa Karampi dan Desa pemekaran Sarae Ruma di wilayah
Kecamatan Langgudu sebagai tempat bongkar muat barang dan pengangkutan
penumpang speedboat, dalam waktu dekat segera teratasi.
Tahun anggaran 2013 ini, Pemkab
Bima melalui Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika memprogramkan
pembangunan dua unit dermaga mini, sehingga mempermudah proses pengangkutan
penumpang dan bongkar muat barang di wilayah pesisir kecamatan Langgudu.
“Dermaga ini nantinya akan
mengatasi kesulitan masyarakat perairan terutama di beberapa desa di Langgudu.
Tahun 2013 ini dibangun dua unit dermaga mini untuk speedboat bersandar
saat menaikan dan menurunkan penumpang dan bongkar muat barang,” kata Kepala
Dishub dan Kominfo Kabupaten Bima, Zunaidin, S.Sos.,MM ketika meninjau lokasi
dermaga tersebut pecan lalu.
Kata dia, pembangunan dermaga di
dua desa tersebut menggunakan dana dana alokasi khusus (DAK) dan APBD Tahun
2013. “Dermaga mini yang dibangun ini konsepnya sama dengan dermaga umumnya.
Makanya hari ini (Ahad) kami lakukan survey awal untuk menghitung Rencana
Anggaran Biaya (RAB) dan secara teknis dimana nanti titik dermaga didirikan,” kata
Junaidin yang didampingi Lutfi S.Sos Kabid Laut dan, Arief Rachman selaku
Kasubag Program Dinas Perhubungan Kominfo Kabupaten Bima.
Lutfi yang mendamping Kadishub
menambahkan, dibangunya dermaga mini ini karena selama ini masyarakat perairan
di desa-desa pesisir itu naik dan turun melalui jembatan kayu, sehingga
cukup menyulitkan karena sebagian dari jembatan tersebut sudah dalam kondisi
rapuh.
“Dengan dermaga mini yang akan
dibangun ini tentu akan mempermudah aktivitas masyarakat,” kata Lutfi yang baru
satu pecan dilantik.
Menurutnya, dermaga yang
ada saat ini kondisinya belum standar, dan selain di dua desa ini, direncanakan
setiap tahun akan dibangun dermaga mini di kecamatan wilayah perairan lainnya. Program
ini penting, sebab sebagai daerah yang hampir 80 persen perairan, keberadaan
sebuah dermaga angkutan memang sangat penting, apalagi selama ini warga
menjadikan jembatan kayu sebagai tempat aktivitas bongkar muat penumpang
dan barang,” terang Lutfi
Menanggapi rencana Dinas
Perhubungan ini, Rifdun, Kepala Desa Karampi dan Adhar Kepala Desa Sarae Ruma
mengatakan, warga menyambut baik rencana pembangunan dermaga mini di daerahnya.
“Sudah lama kami mendambakan dermaga permanen,” akunya. (sam)