Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kontrol DPRD Terhadap Kinerja Pemkot Mandul

15 Desember 2012 | Sabtu, Desember 15, 2012 WIB Last Updated 2012-12-15T06:50:04Z

Kota Bima, (SM).- Kontrol terhadap kinerja dan kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bima selama ini dinilai tidak maksimal yang dilakukan lembaga DPRD Kota Bima, banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang sampai saat ini belum ada kesimpulan jelas apa yang menjadi sikap jelas lembaga wakil rakyat. Seperti masalah tambang marmer, pembangunan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) dan masalah lainnya.

Kritik pada lembaga wakil rakyat disampaikan sendiri Anggota DPRD Kota Bima, Duta PKPB, Sudirman DJ, SH kepada media ini di sela-sela rapat Badan Anggaran (banggar). Sentilan Sudirman setelah mengetahui aktifitas pertambangan marmer di Kelurahan Oi Fo’O teryata tidak memiliki kontribusi bagi pemasukan daerah, menurutnya beroperasinya pertambangan marmer dibawah kecaman dan aksi penolakan oleh masyarakat menunjukan lemahnya kontrol dewan terhadap kebijakan pemerintah daerah.
Fakta, sampai saat ini, atas adanya aksi penolakan terhadap keberadaan tambang marmer, dewan tidak pernah memiliki sikap jelas terhadap keberadaan tambang, padahal aksi penolakan bahkan hearing yang digelar dewan dengan perwakilan masyarakat beberapa kali dilakukan. Setelah itu tidak ada satupun surat sakti dewan menyikapi semua itu.” Anggota dewan itu bayak tidak mungkin satu dua orang yang bersikap,” pungkas mantan pengacara kondang ini kecewa.
Bila setiap masalah yang muncul dari keluhan rakyat tidak pernah disikapi secara kelembagaan oleh sebuah lembaga negara apalagi lembaga yang mewakili suara rakyat menunjukan lembaga ini begitu mandul. Peryataan mandulnya lembaga DPRD Kota Bima, menurut DJ sapaan akbranya ini, sangat terang benerang terjadi, banyak kepentingan-kepentingan yang menghinggapi sikap lembaga dewan sehingga tidak pernah dengan jelas dan tegas menjalankan tiga fungsi yang diamanakan oleh rakyat.
Lembaga dewan memiliki tiga fungsi, pengawasan, budgeting dan legislasi. Bila fungsi kontrol atau pengawasan dilakukan secara maksimal Kota Bima tidak akan seamburadul seperti saat ini dalam segala hal. Dj kembali menyorot persoalan tambang marmer. Menurutnya, persoalan tambang marmer yang kemudian tidak memberikan sumbangsih bagi pendapatan daerah, lucunya lagi perusahaan sampai saat ini masih dalam proses mencari batuan adalah bentuk tidak jelasnya proses perijinan tambang tersebut.
Bila proses perijinannya sesuai aturan, tentu tidak akan muncul permasalahan. Kalau permasalahan tersebut dikontrol dengan tegas oleh lembaga dewan tentunya pemerintah saat ini tidak akan seenaknya mengeluarkan kebijakan. Pembangunan Confention Hall yang mengaburkan anggaran rakyat hanya untuk kepentingan segelincir kelompok elit diamini padahal masih banyak kebutuhan anggaran untuk kepentingan pembangunan yang pro rakyat. (dd)
×
Berita Terbaru Update