Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Putarman: Lomba Desa Bukan Hanya Soal Fisik

07 Mei 2012 | Senin, Mei 07, 2012 WIB Last Updated 2012-05-08T05:00:47Z

TIM Juri lomba desa tingkat Kabupaten Bima yang mengadakan penilaian, Sabtu (5/5) disambut meriah oleh Camat Palibelo Drs. Zainuddin yang didampingi Forum Pimpinan Kecamatan, Kepala Desa (Kades) Roi dan warga Desa Roi yang tumpah ruah bersama alunan hadrah yang penuh semangat.
"Ijinkanlah kami mengucapkan selamat datang kepada tim juri lomba.  Mohon maaf atas segala keterbatasan  dan kekurangan kami". Demikian kata Drs. Zainuddin, Camat Palibelo dalam sambutannya di hadapan tim juri di halaman aula kantor Desa Roi.

Zainuddin selanjutnya mengungkap beberapa potensi dan kemajuan yang dicapai Desa Roi sebagai duta kecamatan Palibelo dalam Lomba Desa tahun ini. "Dari sisi infrastruktur, dengan dibukanya ruas jalan Talabiu-Dore, tentu saja telah berdampak positif terhadap terbukanya akses bagi kemajuan Desa Roi”, ungkapnya.
Awalnya, Desa Roi saat bergabung dengan Belo adalah daerah kategori desa tertinddal (IDT). Tetapi, saat ini seiring dengan berbagai pembangunan, perkembangan Desa Roi mengalami kemajuan yang cukup pesat, termasuk dengan  dibukanya akses jalan Talabiu-Dore.
Dari sektor pertanian, Desa Roi memiliki sejarah yang tidak bisa dipisahkan dari keberhasilan dalam peningkatan produksi pertanian khususnya padi. "Hal yang membanggakan Desa Roi sampai saat ini masih bisa mempertahankan keberhasilan swasembada beras. Dua puluh tahun lalu, Presiden RI, almarhum Soeharto, pernah melakukan panen raya di Roi. Sampai saat ini Roi masih bisa mempertahankan sebagai Desa Swasembada Pangan, ungkap Camat bangga.
Melengkapi penjelasan Camat, Kades Roi Nurdin Ishaka dalam penjelasannya di hadapan tim juri memaparkan kondisi sosial kemasyarakatan di desa yang dipimpinnya. "Pelaksanaan kehidupan bermasyarakat di Desa Roi tetap rukun dan damai”, cetusnya.
Menurut Kades yang sudah lima tahun menjabat, kehidupan rukun dan damai karena masyarakat selalu berpedoman pada nilai-nilai adat istiadat, budaya serta petuah-petuah dari tokoh adat yang sudah diterapkan secara turun temurun.
"Nah, kalau tim juri nanti berdialog dengan masyarakat, bisa ditanyakan bagaimana peran tokoh adat yang sangat kuat dalam memberikan pembinaan. Misalnya: memberikan sanksi bagi masyarakat yang melanggar secara musyawarah adat, urai Kades.
Bahkan, beberapa hari lalu Kementrian Dalam Negeri RI secara khusus langsung melihat dari dekat kelestarian nilai-nilai luhur, dan peran tokoh adat dan tokoh agama dalam penyelesaian masalah di Desa Roi  dengan  melakukan dialog dengan tokoh setempat.
Hal yang unik, kata kades, sesuai namanya, Desa Roi memiliki ciri khas dimana semua manusia memiliki sifat senang dipuji baik secara langsung maupun tidak langsung. "Nah, kalau ada orang yang memuji diri dan dipuji ingatlah Desa Roi, ingatlah Dou Roi, kata Kades diiringi tepuk tangan meriah dari warga.
Mewakili tim penilai, Putarman, SE kembali mengingatkan, lomba desa bukan menampakkan fisik belaka. Tetapi, bagaimana kesiapan aparatur desa menyiapkan data-data yang terkait bidang pendidikan, kesehatan, administrasi pembangunan desa dan sebagainya terkait delapan indikator.
"Nah, data-data itu sebenarnya terkait dengan kinerja aparatur desa secara keseluruhan, kata Putarman.
Karena itulah Kepala BPMDes Kabupaten Bima ini percaya kalau aparatur desa sudah memberikan kinerja yang baik, hasilpun akan baik.
Lalu bagaimana tanggapan tim juri? Syafruddin Daud, Sekretaris tim mengatakan, Roi bisa bersaing dengan desa lain. Hanya saja, ada beberapa catatan dari Syafruddin diantaranya, perlu perbaikan teknik penyajian data.
"Artinya, pengisian data bisa lebih difokuskan pada data-data agar bisa dibaca lebih baik, jelas Syafruddin Daud. (SM.04)
×
Berita Terbaru Update