Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pipa Bocor, Jalan Mulus dibongkar

23 Februari 2012 | Kamis, Februari 23, 2012 WIB Last Updated 2012-02-22T16:25:23Z

Kota Bima, (SM).- Jika anda melintas di jalan Soekarno-Hatta hingga jalan Ir Soetami atau sekitar Kompleks Pertokoan Raba, Kelurahan Rabandompu hingga Oimbo Kelurahan Kumbe, maka pandangan pasti tertuju pada sejumlah bongkaran dan galian pipa bocor milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bima yang terpasang rambu dari ranting pohon sebagai pertanda ada kerusakan jalan.

Tentu fenomena itu, bukan sekali ini saja terjadi. Sepanjang tahun, apabila terjadi kebocoran pipa induk yang mengaliri air di setiap rumah pelanggan tersebut, pasti solusinya dibongkar alias digali untuk dilakukan perbaikan pipa. Di satu sisi memang perlu dan menjadi atensi perusahaan penyedia air bersih milik daerah itu, tetapi di sisi lain, faktanya, jalan mulus yang telah diaspal (hotmix) dengan biaya negara begitu besar, menjadi rusak tatanannya dan sangat memungkinkan akan merembes pada kerusakan badan jalan di sisi yang lain.
Keluhan masyarakat, terutama pengguna jalan, mengemuka menyoal solusi atas kebocoran pipa yang berimbas pada kelancaran arus lalu lintas pengendara, sangat dirasakan. Jalan yang awalnya mulus menjadi berlobang dan tidak tertata dengan bagus lagi (tidak diaspal ulang) oleh pihak perusahaan. Hal yang sama dirasakan saat penggalian jalan, arus lalulintas terganggu akibat itu.
Direktur Utama PDAM Bima, Drs H Ramli, yang dimintai tanggapan soal itu, mengaku tidak ada solusi lain untuk memperbaiki pipa yang bocor kalau tidak menggali dan membongkar jalan yang terlihat ada semburan air dari pipa yang bocor. Malah, kata Ramli, yang dikuatkan Direktur Tekhnis, Maman Mansyur, untuk setiap pembongkaran dan penggalian jalan akibat pipa bocor, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi. “Kalau tidak ditangani pelayanan kita tersendat”, tampiknya.
Alasan tekhnis disampaikannya, seandainya proyek perpipaan baru yang sudah ada namun belum bisa dipergunakan, bersumber dari APBN tahun 2008, senilai Rp 1,8 Miliar, mulus dan bisa terpakai dan dimanfaatkan untuk mengganti pipa lama yang umurnya sudah tua, apalagi sering bocor, tentu kendala dan fenomena semacam itu yang acap dikeluhkan masyarakat, tidak akan terjadi atau dapat diminimalisir.
Proyek perpipaan yang dikerjakan kontraktor luar Bima oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Satker Air Minum NTB, yang mestinya sudah bisa dimanfaatkan, hingga kini belum klar juga. Tentu tidak akan berdampak luas atau seringnya penggantian dan perbaikan pipa yang mesti membongkar jalan yang mulus. “Untuk itu kami harap adanya niat baik Satker air minum NTB dan kontraktor pelaksana, menyelesaikan pengerjaan yang tersisa”, pintanya. (SM.08)     
×
Berita Terbaru Update