Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Puluhan Hektar Hutan di Monta, Gundul

23 November 2010 | Selasa, November 23, 2010 WIB Last Updated 2010-11-22T16:18:14Z
Bima, (SM).- Puluhan hektar hutan di So Doro Delo terancam gundul, akibat maraknya pencurian kayu oleh warga. So Doro Delo merupakan salah satu hutan penyanggah Dam Pela Parado.
Camat Monta, Drs.Nurdin mengatakan, aksi pencurian kayu hutan di So Doro Delo sulit diatasi. Warga melakukan pencurian kayu dengan menggunakan mesin gergaji, pohon dengan diameter 1 meter habis ditebang. Warga yang beraksi dalam melakukan pencurian kayu di hutan, diduga membawa senjata api rakitan. Akibatnya, anggota Pol PP, sungkan melakukan penangkapan bagi pelaku yang ada di tengah hutan.
“Saya sangat kewalahan untuk atasi aksi pencurian kayu di wilayah Monta ini, bentuk tim yang beranggotakan Polisi dan TNI tidak juga mampu”, papar Nurdin, Sabtu (20/11) di lapangan Desa Sie.
Lanjutnya, pengawasan pencurian kayu hutan terpaksa diperketat di Pos penjagaan yang ada di depan kantor Camat Monta. Akan tetapi, toh masih tetap saja lolos kayu olahan hingga dipasarkan di Tente Kecamatan Woha.
“Melihat aksi pencurian yang sulit diatasi itu, dalam tempo 10 tahun ke depan Dam Pelaparado akan semakin susut debet airnya”, sorotnya.
Dalam melakukan pengawasan hutan, anggota Pol PP hanya 13 orang, tenaga itu sangat dirasakan kurang cukup. Dan anggota Pol PP Monta harus mempunyai kewenangan khusus. Artinya anggota Pol PP harus dibantu pula oleh anggota Polisi Kehutanan dan harus memiliki senjata api, sehingga bisa memberikan perlawanan kepada para warga yang mencuri kayu karena para pencuri diduga memiliki senjata api rakitan.
Di tempat terpisah Kepala Desa Sie, Drs.Nukman H.Ismail mengatakan, upaya mengatasi pencurian kayu di Monta harus ada kerjasama dengan aparat desa yang ada. “Aparat desa juga harus dilibatkan, karena yang diduga pelakunya adalah warga masyarakaat Monta sehingga aparat desa akan tahu siapa pelaku pencurian itu”, ujar Nukman.
Lanjutnya, selama ini dalam melakukan patroli oleh Tim Gabungan tidak melibatkan aparat desa. Demikian juga dengan Kecamatan Parado, harus ada kerjasama antara 2 kecamatan yang memiliki hutan sangat luas. Kerja sama 2 kecamataan ini mutlak dibutuhkan, bila perlu dibentuk tim khusus yang akan selalu berpatroli keliling hutan bahkan masuk ke tengah hutan. (SM.12)
×
Berita Terbaru Update