Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pol PP Diminta Menertibkan Warnet

23 November 2010 | Selasa, November 23, 2010 WIB Last Updated 2010-11-22T16:15:58Z
Kota Bima, (SM).- Warga masyarakat Rabangodu Utara dan Rabangodu Selatan meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bima untuk melakukan penertiban dan meminta pengelola Warung Internet (Warnet) untuk tidak memberi kesempatan kepada anak-anak dibawa umur untuk mengakses internet. Sebab banyak sekali anak-anak dibawah umur terutama para pelajar SD yang bermain internet pada beberapa Warnet di pertokoan Raba, Kota Bima.
Ridwan, warga Rabangodu Utara kepada Wartawan di pusat pertokoan Raba, Ahad kemarin mengaku, dengan diberinya kesempatan terhadap anak–anak dibawah umur untuk mengakses internet, dikhawatirkan merusak moral anak-anak.
Karena kadang-kadang mereka salah membuka situs atau program yang seharusnya untuk dunia anak-anak, namun kenyataannya mereka tak sengaja mengakses sistus pornografi. “Hal ini diceritakan oleh anak-anak ketika diajak bermain internet oleh kakaknya”, ungkap Ridwan.
Dia mengaku, dalam mengakses internet, anak-anak dikenakan biaya Rp 3000,- setiap jam oleh pengelola Warnet dan hal tersebut sudah berjalan beberapa bulan terakhir di Pasar Raba, sehingga meresahkan orang tua.
Karna itu, diminta kepada Pol PP Kota Bima untuk melakukan penertiban atau mengingatkan para pengelola untuk tidak melibatkan anak-anak dibawah umur untuk masuk mengakses internet.
“Kami warga Rabangodu harapkan agar Pol PP mewanti-wanti pengelola warnet untuk tidak melibatkan anak-anak dalam bermain internet, sebab bisa merusak generasi anak-anak dibawah umur. Sudah seringkali terjadi anak-anak buka situs porno”, pintanya.
Pantuan Wartawan, di Pasar Raba terdapat 6 lokasi Warnet dan setiap hari dipadati anak-anak dibawa umur hanya untuk bermain game.
Penjaga Warnet yang tidak mau disebutkan idintetitasnya mengaku mendapat untung hanya dari anak-anak yang bermain geme online dan setiap anak-anak yang berkeinginan main game akan dibuka oleh para penjaganya agar mereka tidak salah membuka program atau situs seperti yang dikeluhkan orang tua anak-anak. (SM.04)
×
Berita Terbaru Update