Bima, (SM).- Wakil Bupati Bima, Drs. H. Syafrudin HM. Nur M.Pd mencanangan kegiatan Program Keserasian Sosial Berbasis Masyarakat (PKSBM) tahun 2010 di Desa Sondosia Kecamatan Bolo, Sabtu (20/11) yang diperuntukan bagi Desa Ngali dan Renda Kecamatan Belo serta Desa Sondosia Kecamatan Bolo.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kabag Humas dan Protokol, Kabag Organisasi Pendayagunaan Aparatur Setda Bima, Kadis Kesehatan, Kadis Sosial, Kadis Depkoinfo, Kadis peternakan, Camat Belo, Camat Bolo, Unsur Muspida Kecamatan Bolo dan Kepolisian serta masyarakat.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Bima mengatakan, dalam pasang surut perjalanan bangsa Indonesia telah terjadi perubahan paradigma dalam memaknai dan memahami keberagaman dan kemajemukan yang ada. Hal ini menjadi salah satu pemicu timbulnya berbagai konflik sosial yang telah merusak atau menganggu tatanan kehidupan masyarakat yang sebelumnya dihiasi dengan semangat kebersamaan, kegotong royongan, harmonisasi serta semangat nilai – nilai kearifan lokal lainnya.
Oleh karena itu, dengan PKSBM merupakan salah satu program Departemen Sosial melalui Direktorat Bantuan Sosial Korban Bencana Sosial yang dilaksanakan sejak tahun 2006 dimaksudkan untuk menumbuhkan dan memperkuat kembali tatanan kehidupan masyarakat yang dilandasi semangat kebersamaan, kegotong-royongan, kesetiakawanan sosial, keharmonisan melalui penguatan nilai-nilai kearifan lokal. “Nilai- nilai kearifan lokal ada di desa/kelurahan, maka program keserasian sosial berbasis masyarakat dianggap sangat perlu untuk dilaksanakan,” ujarnya.Wakil Bupati menambahkan, esensi PKSBM pada dasarnya merupakan pemberdayaan nilai-nilai kearifan lokal sebagai modal sosial ketahanan masyarakat sehingga bantuan dana yang diberikan lebih bersifat stimulan, yang dilaksanakan secara swakelola oleh forum keserasian sosial. Pemanfaatan bantuan dana adalah untuk membiayai kegiatan yang ditetapkan atas dasar kebutuhan dan hasil musyawarah warga serta kesepakatan yang berfungsi sebagai media tumbuh kembang nilai-nilai kearifan lokal.
“Direktorat Bantuan Sosial Korban Bencana Sosial menganggap perlu mengadakan pertemuan atau rembug nasional mengenai Kegiatan Pemantapan Masyarakat Kultural guna menyatukan persepsi dan pemahaman bahwa keberagaman serta kemajemukan kultur yang kita miliki bukan penghalang bagi tercipta persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia”, terang Wakil Bupati yang dikutip Kabag Humas dan Protokol Setda Bima, Drs. Aris Gunawan. (SM.03)