Bima, (SM).- Menyusul kejadian tragis dan memilukan yang menimpa Sumiati, salah seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Dompu yang bekerja di Arab Saudi akibat kekerasan majikannya, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bima, M.Yasin, SP meminta Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bima maupun Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) untuk lebih selektif dan lebih ketat dalam perekrutan TKI karena banyak sekali kasus TKI yang terus didzolimi para majikannya.
Kata dia, seluruh mekanisme yang termaktub dalam peraturan dan regulasi, diharapkan dapat diterapkan seluruhnya. Termasuk legalitas PJTKI yang akan melakukan perekrutan, hendaknya dijadikan sebagai landasan pengawasan yang ketat dan melekat.
Menyinggung rekomendasi yang mesti dimiliki, setiap PJTKI yang akan merekrut calon TKI pada wilayah Kabupaten Bima diharapkan bukan saja sekedar rekomendasi di atas kertas saja. Untuk itu, dinas terkait harus lebih selektif dan tidak membiarkan PJTKI melakukan perekrutan sepihak. “Dinas terkait harus mendampingi dan mengawasi langsung jalannya perekrutan, pelatihan dan pemberangkatan para TKI. Termasuk mengkomunikasikan secara terpadu, bagaimana kondisi TKI kita”, harapnya. (SM.08)