Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Sejumlah Anak PNS, Terima Dana BSM

20 Januari 2014 | Senin, Januari 20, 2014 WIB Last Updated 2014-01-20T14:49:12Z


Bima, (SM).- Sebanyak 69 siswa di SDN 3 Tente mendapatkan dana Beasiswa Miskin (BSM) dari bantuan APBN-P. Anehnya diantara nama-nama penerimanya terdapat nama anak pegawai negeri sipil (PNS) yang mendapat bantuan itu.

Bahkan diketahui dua orang siswa tersebut merupakan anak Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Woha, beberapa orang lainnya, merupakan anak seorang guru. Namun, pihak sekolah mengaku tidak tahu menahu soal tercafernya anak seorang PNS tersebut. Dan berkilah bahwa persoalan ini merupakan urusan pemerintah pusat.
Persoalan itu mendapat protes dari berbagai wali murid yang tergolong miskin yang tidak tercafer nama-nama anaknya. Tapi hal itu bisa dicegah setelah ada kesepakatan pihak sekolah dengan wali murid, bahwa untuk anak PNS akan dipotong sebesar Rp 200 ribu dan non PNS Rp 150 ribu, karena pembagiannya disepakati satu untuk semua.  
Kepala SDN 3 Tente, Nasarudin S.Pd yang dikonfirmasi kepada wartawan mengaku, tidak menyangka bahwa diantara penerima dana BSM itu terdapat anak seorang PNS. “Saya tidak tahu ada nama anak PNS sebagai penerima BSM, karena penentuan nama-nama itu adalah pemerintah pusat,” terangnya.
Nasarudin menjelaskan, pihaknya memang mengusulkan semua siswa setempat untuk mendapatkan bantuan tersebut. Hanya saja, pihak sekolah tidak memberi keterangan terhadap nama siswa tersebut tergolong anak PNS atau tidak. “Di dalam form itu tidak ada dicantumkan pekerjaan orang tua siswa, sehingga kami tidak memasukkan keterangan terhadap anak PNS. Itulah yang buat kami sulit, karena tidak ada form yang menyebutkan anak PNS,” terangnya.
Menurut dia, reaksi wali murid yang memprotes persoalan itu wajar saja. Meski begitu pihaknya tidak bisa berbuat banyak, karena pemerintah pusat yang menentukan. “Kami meginginkan 194 siswa yang diusulkan, semuanya dapat bantuan. Tapi apa boleh buat, penentunya adalah pemerintah pusat,” tegasnya.
Menyikapai persoalan itu, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan wali murid dengan menyepakati bahwa bantuan untuk anak PNS akan dipotong masing-masing Rp 200 ribu. Hasil pemotongan itu akan diserahkan kepada siswa miskin yang belum mendapatkan bantuan. “Kami sudah bahas dengan wali murid, dan sepakat memotong uang tersebut untuk diberikan kepada siswa miskin lainnya,” jelasnya.
Salah satu wali murid Khaidir Ali, mengaku geram dengan nama-nama yang tecafer itu. Kata dia, ini merupakan kejadian yang kedua kalinya. Namun, belum ada kejelasan dari pemerintah, kenapa nama-nama anak seorang PNS itu kembali tercafer dalam bantuan. “Saya rasa ini sengaja dilakukan oleh beberapa pihak terkait, karena diduga nama-nama itu ada hubungan kedekatan antara kasek dan walimurid,” tudinganya. (10.11)

×
Berita Terbaru Update